Layanan BK Online
Layanan Bimbingan Konseling di SMA Negeri 1 Ciawigebang kini dilaksanakan secara Onlie. Kepada para siswa dan alumni kami undang untuk bergabung di BKsmanci. Klik pada banner BKsmanci
Sertifikasi Guru Kuota 2010
Bagi rekan-rekan yang ingin download petunjuk/penetapan peserta sertifikasi kuota 2010 beserta formulir / petunjuk pengisian, silahkan download di sini
Khusus rekan-rekan guru BK yang membutuhkan format penilaian klik di sini
Telkom PDC
Sekilas Info
Certified Competency Development and Professional Program (CCDP) didisain sebagai solusi atas kesenjangan pasar tenaga kerja teknologi informasi pada saat ini dan pada masa yang akan datang. Program ini sangat revolusioner karena difokuskan pada kebutuhan dan keterampilan yang memadai dan dipersyaratkan sebagai profesional di bidang teknologi informasi. CCDP Program dirancang untuk menyediakan tenaga ahli yang memiliki pemahaman yang baik dalam aspek-aspek teoritis maupun kemampuan keterampilan praktis yang nyata di bidang ICT (Information and Communication Technology).
PTK BIMBINGAN KONSELING
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap orang sepakat bahwa pendidikan adalah investasi hidup yang paling berharga. Melalui pendidikanlah upaya mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas, beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur dan berkemampuan tinggi akan dapat dicapai. Selengkapnya baca di sini …
Sebagaimana diamanatkan dalam UUSPN No. 20 Tahun 2003 bahwa pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
Salah satu yang tersurat secara implisit dalam penyelenggaraan pendidikan menurut UUSPN yaitu melalui kegiatan bimbingan yang lazim dikenal dengan istilah Bimbingan dan konseling. Keberadaan Bimbingan dan Konseling di sekolah memberikan dampak positif yang amat besar terhadap perkembangan pendidikan dan pribadi siswa, hal ini mengingat banyaknya permasalahan belajar yang dialami siswa. (Ahmadi, Abu & Supriono, Widodo. 2004 : 16) mengemukakan permasalahan belajar yang dihadapi siswa antara lain:
- Siswa mngalami kesulitan dalam mempersiapkan kondisi fisik dan psikisnya.
- Siswa tidak dapat mempersiapkan bahan dan peralatan sekolahnya.
- Sarana dan prasarana di perpustakaan kurang menunjang.
- Peralatan di laboratorium kurang lengkap, sehingga tidak dapat memberikan pelayanan yang sesuai dengan pelajaran.
- Siswa tidak mempunyai keberanian untuk menyampaikan pertanyaan atau pernyataan dalam proses pembelajaran.
- Siswa sering melanggar kedisiplinan kehadiran di sekolah, misalnya sering datang terlambat, sering tidak masuk sekolah, berbicara kotor, over acting ketika belajar.
- Malas mencatat mata pelajaran.
- Tidak menindak lanjuti proses belajar mengajar.
- Tidak bergairah atau termotivasi dalam belajar.
- Siswa tidak melaksanakan belajar, dan diskusi kelompok.
- Tidak bergairah dalam melaksanakan tugas atau latihan mata pelajaran.
- Siswa malas berkonsultasi dengan guru.
Instrumen Penilaian Penyelenggaraan BK
Penulis:
Akhmad Sudrajat
Untuk mengetahui sejauhmana penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah harus dilakukan penilaian (evaluasi) dan untuk menjaring data yang dibutuhkan tentunya diperlukan instrumen tertentu. Dalam hal ini, saya mencoba mengembangkan sebuah instrumen, yang didalamnya berusaha menjaring data penyelenggaraan BK di sekolah secara menyeluruh, mencakup aspek pengorganisasian dan substansi pelayanan BK di SMP, SMA dan SMK. Instrumen ini diberi judul “Instrumen Penilaian Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di Sekolah“ Instrumen ini bisa digunakan oleh para pengawas BK dalam rangka menilai penyelenggaraan BK di sekolah-sekolah yang menjadi binaannya dan juga bisa digunakan oleh kepala sekolah dan guru BK di sekolah masing-masing untuk kepentingan evaluasi diri.



Komentar Bijak