CARI JODOH
ooOoo …..ngamen dulu ach… jenuh nulis serius terus….. ooOoo
ayo kita nyanyi bareng-bareng
Apa salahku Apa salah ibuku
Hidupku dirundung pilu
Tak ada yang mau dan menginginkan aku
Tuk jadi pengobat pilu
Tuk jadi penawar rindu
Tuk jadi kekasih hatiku
Timur Ke Barat
Selatan ke utara
Tak juga aku berjumpa
Dari musim duren hingga musim rambutan
Tak kunjung aku dapatkan
Tak jua aku aku temukan
Oh tuhan inikah cobaan
Reff
Ibu-ibu bapak-bapak
Siapa yang punya anak
Bilang aku
aku yang tengah malu
Sama teman-temanku
karena cuma diriku yang tak laku-laku
Pengumuman-Pengumuman
Siapa yang mau bantu
Tolong aku kasiani aku
Tolong cari diriku kekasih hatiku
Siapa yang mau
PTK BIMBINGAN KONSELING
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap orang sepakat bahwa pendidikan adalah investasi hidup yang paling berharga. Melalui pendidikanlah upaya mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas, beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur dan berkemampuan tinggi akan dapat dicapai. Selengkapnya baca di sini …
Sebagaimana diamanatkan dalam UUSPN No. 20 Tahun 2003 bahwa pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
Salah satu yang tersurat secara implisit dalam penyelenggaraan pendidikan menurut UUSPN yaitu melalui kegiatan bimbingan yang lazim dikenal dengan istilah Bimbingan dan konseling. Keberadaan Bimbingan dan Konseling di sekolah memberikan dampak positif yang amat besar terhadap perkembangan pendidikan dan pribadi siswa, hal ini mengingat banyaknya permasalahan belajar yang dialami siswa. (Ahmadi, Abu & Supriono, Widodo. 2004 : 16) mengemukakan permasalahan belajar yang dihadapi siswa antara lain:
- Siswa mngalami kesulitan dalam mempersiapkan kondisi fisik dan psikisnya.
- Siswa tidak dapat mempersiapkan bahan dan peralatan sekolahnya.
- Sarana dan prasarana di perpustakaan kurang menunjang.
- Peralatan di laboratorium kurang lengkap, sehingga tidak dapat memberikan pelayanan yang sesuai dengan pelajaran.
- Siswa tidak mempunyai keberanian untuk menyampaikan pertanyaan atau pernyataan dalam proses pembelajaran.
- Siswa sering melanggar kedisiplinan kehadiran di sekolah, misalnya sering datang terlambat, sering tidak masuk sekolah, berbicara kotor, over acting ketika belajar.
- Malas mencatat mata pelajaran.
- Tidak menindak lanjuti proses belajar mengajar.
- Tidak bergairah atau termotivasi dalam belajar.
- Siswa tidak melaksanakan belajar, dan diskusi kelompok.
- Tidak bergairah dalam melaksanakan tugas atau latihan mata pelajaran.
- Siswa malas berkonsultasi dengan guru.
Instrumen Penilaian Penyelenggaraan BK
Penulis:
Akhmad Sudrajat
Untuk mengetahui sejauhmana penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah harus dilakukan penilaian (evaluasi) dan untuk menjaring data yang dibutuhkan tentunya diperlukan instrumen tertentu. Dalam hal ini, saya mencoba mengembangkan sebuah instrumen, yang didalamnya berusaha menjaring data penyelenggaraan BK di sekolah secara menyeluruh, mencakup aspek pengorganisasian dan substansi pelayanan BK di SMP, SMA dan SMK. Instrumen ini diberi judul “Instrumen Penilaian Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di Sekolah“ Instrumen ini bisa digunakan oleh para pengawas BK dalam rangka menilai penyelenggaraan BK di sekolah-sekolah yang menjadi binaannya dan juga bisa digunakan oleh kepala sekolah dan guru BK di sekolah masing-masing untuk kepentingan evaluasi diri.
PENDIDIKAN ANAK BERBAKAT
Penulis:
Dalam masa anak, banyak orang yang mempunyai pengaruh terhadap perkembangan dan pendidikan anak. Mereka mempunyai peranan yang besar dalam perwujudan potensi anak. Demikian pula cukup banyak orang yang dapat membantu menjadi guru anak berbakat di samping guru di sekolah. Mungkin lebih tepat jika kita menggunakan istilah fasilitator, karena bagi anak berbakat guru hendaknya lebih berfungsi sebagai fasilitator belejar dari pada sebagai instruktur semata – mata.
Istilah fasilitator menunjukan bahwa tanggung jawab akhir untuk belejar haruslah pada anak dalam menemukan dirnya. Namun, fasilitator membantu dan memudahkan anak dalam proses pengembangan dan perwujudan diri. Orang yang dapat menjadi fasilitator anak berbakat bukan hanya guru di sekolah. Mungkin, Einstein tidak pernah mewujudkan potensi dirinya sehingga mencapai keunggulan, andai kata ia tidak mempunyai seorang paman yang melibatkan dalam permainan matematika ketika Einstein masih anak.
Biasanya bukan hanya satu fasilitator yang berperan dalam perwujudan potensi anak, akan tatapi beberapa orang yang berpengaruh terhadap belajarnya anak, di samping faktor kesempatan hidup. Artinya, orang-orang yang dekat dengan anak serta membantu anak dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan dapat menjadi fasilitator.
Memupuk keunggulan berarti membantu anak berbakat untuk mewujudkan kemampuan potensial mereka, untuk ini diperlukan pelayanan khusus dan guru yang memiliki karakteristik khusus dan mendapat pelatihan khusus. Guru anak berbakat perlu mendapat persiapan dan pelatihan khusus karena guru tanpa persiapan atau latar belakang khusus, tidak bermiat terhadap pendidikan anak berbakat bahkan dapat bersikap tidak ramah terhadap siswa berbakat. Sebaliknya, guru dengan pengalaman bekerja dalam program khusus untuk anak berbakat atau yang mendapat pelatihan dalam jabatan lebih antusias dalam melaksanakan tugasnya.
PERSAHABATAN
Penulis:
( DR Uhar Suharsaputra )
Bila dua orang teman bertemu dalam keremangan, keremangan itu tidaklah menjemukan, demikian Ivan Illich menulis dalam bukunya yang terkenal Deschooling Society. Mungkin memang demikian seharusnya, kemampuan seorang untuk berteman mengindikasikan dimilikinya dua hal penting dalam emosi seseorang, memahami emosi orang lain dan membina hubungan menurut Goleman. Berteman telah banyak dielaborasi dalam konteks kehidupan, Erich From berbicara mendalam tentang cinta yang dapat dipandang sebagai pendalaman dari pertemanan, dalam The Art of Loving, From mendefinisikan cinta sebagai the active concern of the life and the growth of that which we love, aku mencintaimu sebab dalam dirimu terdapat jutaan orang lain, mencintaimu membuat keinginan untuk berteman dengan semua orang, penyatuan kesadaran merupakan bagian darinya, dan menghormati semuanya merupakan wujud penghormatan ku pada manusia dan kemanusiaan universal.
Baca selanjutnya…
PP No 22 Tentang Standar Isi KTSP
PP No 22 Tentang Standar Isi KTSP
Baca Di sini
Permendiknas No 41 Tahun 2007
Permendiknas No 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses.
Baca di sini



Komentar Bijak