Beranda > Bimbingan dan Konseling > PTK BIMBINGAN KONSELING

PTK BIMBINGAN KONSELING

6 Oktober 2009

BAB I

 

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Setiap orang sepakat bahwa pendidikan adalah investasi hidup yang paling berharga. Melalui pendidikanlah upaya mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas, beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur dan berkemampuan tinggi akan dapat dicapai. Selengkapnya baca di sini …

Sebagaimana diamanatkan dalam UUSPN No. 20 Tahun 2003 bahwa pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.

Salah satu yang tersurat secara implisit dalam penyelenggaraan pendidikan menurut UUSPN yaitu melalui kegiatan bimbingan yang lazim dikenal dengan istilah Bimbingan dan konseling. Keberadaan Bimbingan dan Konseling di sekolah memberikan dampak positif yang amat besar terhadap perkembangan pendidikan dan pribadi siswa, hal ini mengingat banyaknya permasalahan belajar yang dialami siswa.  (Ahmadi, Abu & Supriono, Widodo. 2004 : 16) mengemukakan permasalahan belajar yang dihadapi siswa antara lain:

  1. Siswa mngalami kesulitan dalam mempersiapkan kondisi fisik dan psikisnya.
  2. Siswa tidak dapat mempersiapkan bahan dan peralatan sekolahnya.
  3. Sarana dan prasarana di perpustakaan kurang menunjang.
  4. Peralatan di laboratorium kurang lengkap, sehingga tidak dapat memberikan pelayanan yang sesuai dengan pelajaran.
  5. Siswa tidak mempunyai keberanian untuk menyampaikan pertanyaan atau pernyataan dalam proses pembelajaran.
  6. Siswa sering melanggar kedisiplinan kehadiran di sekolah, misalnya sering datang terlambat, sering tidak masuk sekolah, berbicara kotor, over acting ketika belajar.
  7. Malas mencatat mata pelajaran.
  8. Tidak menindak lanjuti proses belajar mengajar.
  9. Tidak bergairah atau termotivasi dalam belajar.
  10. Siswa tidak melaksanakan belajar, dan diskusi kelompok.
  11. Tidak bergairah dalam melaksanakan tugas atau latihan mata pelajaran.
  12. Siswa malas berkonsultasi dengan guru.

Dalam praktiknya penanganan masalah-masalah siswa di atas dalam kerangka bimbingan dan konseling diselesaikan melalui konseling individu maupun konseling kelompok. Berbagai teori dikemukakan oleh para ahli mengenai pendekatan atau teknik yang digunakan oleh konselor ketika proses konseling berlangsung. Pada dasarnya pendekatan/teknik konseling itu dibagi tiga (Moh. Surya : 1988). yaitu :  teknik konseling direktif, non-direktif dan Eklektif. Teknik  Konseling Eklektif  merupakan penggabungan dua teknik Konseling Direktif dan Non Direktif Peneliti memadukan kebaikan dua teknik konseling tersebut, mengembangkan dan menerapkan dalam praktek sesuai dengan permasalahan belajar siswa dengan berorientasi pada teknik hubungan antara konselor dengan klien yaitu Teknik Eklektif dengan Perilaku Attending, yang dikemas dalam sebuah judul penelitian tindakan kelas (PTK) : Mengatasi Permasalahan Belajar Siswa Kelas X Semester 2 Melalui Konseling Eklektif Dengan Perilaku Attending di SMAN 1 Ciawigebang Kuningan Tahun Pelajaran 2009/2010”.

B. Identifikasi Masalah

C. Pembatasan Masalah dan Rumusan Masalah

Lebih lanjut dan lengkap PTK dapat di download di sini  PTK BK Bag 1

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: